Skip to content

Provider Comparison

Summary

ProviderModelLimitSetupButuh PTAPI StyleCocok untuk miliaran?
BrankasDirect bank APILimit rekening korporat1 mingguYaREST + API keyYa
XenditTop-up balanceRp 250 juta/transaksi1-3 hariTidakREST + Basic AuthTidak
Flip for BusinessTop-up balanceTergantung tier1-3 hariTidakREST + API keyMungkin (enterprise)
BCA API langsungDirect bankLimit rekening korporat4-6 mingguYaSOAP/REST + certYa
OY! IndonesiaTop-up/direct hybridTergantung produk1-2 mingguTidakREST + API keyMungkin

Xendit

Pros

  • API key based, REST HTTP, JSON — sangat gampang
  • Sandbox gratis
  • Individual/pribadi bisa daftar
  • Webhook untuk status update

Cons (dealbreaker untuk miliaran)

  • Disbursement limit: Rp 250 juta per transaksi
  • Top-up via Virtual Account:
    • ATM: max Rp 10 juta/transaksi
    • Mobile banking: max Rp 30 juta/hari/user
  • Artinya untuk 1 miliar perlu top-up puluhan kali dan disburse 4x per penerima
  • Model top-up = dana terkunci di pihak ketiga

Pricing

  • Fee per transaksi disbursement (variasi antar bank)
  • No setup fee untuk akun retail

Flip for Business

Pros

  • Khusus disbursement, API sederhana
  • Bisa hold balance
  • Rate transfer antar bank biasanya lebih murah dari Xendit

Cons

  • Masih model top-up untuk akun retail
  • Limit perlu dicek untuk enterprise tier
  • Dana terkunci di Flip sebelum disburse

Pricing

  • Flat fee per transaksi + fee bank (biasanya lebih murah dari Xendit)
  • Enterprise tier bisa nego

Brankas

Pros

  • Bukan model top-up — dana tetap di rekening bank
  • Direct bank-to-bank transfer via API
  • Limit = limit rekening korporat (bisa miliaran)
  • Nama pengirim = nama bisnis
  • Multi-bank (BCA, Mandiri, BNI, dll)
  • Berlisensi BI (PJP Kategori 3 + OPS)
  • API key based, REST HTTP
  • Real-time status update via webhook
  • Onboarding dalam 1 minggu (vs 4-6 minggu bank API langsung)

Cons

  • Butuh rekening korporat untuk link ke Brankas
  • Pricing enterprise — perlu kontak sales untuk harga pasti
  • Setup awal butuh verifikasi dan agreement

Pricing (estimasi)

  • Charge per successful transaction
  • Estimasi: Rp 2.500 - Rp 10.000 per transaksi (tergantung bank + volume)
  • Mungkin ada monthly platform fee untuk enterprise
  • Hubungi support@brank.as untuk custom pricing

Bank API Langsung (BCA, Mandiri, BNI)

Pros

  • Limit tertinggi
  • No middleware fee
  • Full control

Cons

  • Setup paling lama: 4-6 minggu
  • Butuh client certificate, VPN/IP whitelist
  • Butuh relationship manager di bank
  • Integrasi lebih kompleks (SOAP atau REST dengan cert)

Kapan pilih ini

  • Jika sudah punya rekening korporat dan RM di bank
  • Jika volume sangat tinggi (puluhan miliar++) dan frekuensi tinggi
  • Jika sudah ada existing H2H/ERP integration

OY! Indonesia

Overview

  • Disbursement API yang cukup mature di Indonesia
  • Ada model direct debit dan balance
  • Support banyak bank

Untuk dicek

  • Apakah support direct-from-corporate-account (seperti Brankas) atau hanya top-up model
  • Limit untuk enterprise tier
  • Pricing structure

Rekomendasi

Untuk case ini (miliaran, 2 minggu, PT sudah ada):

  1. Primary: Brankas — karena tidak ada limit artificial, dana tidak terkunci, dan setup masih realistis dalam 2 minggu
  2. Backup: BCA API langsung — kalau sudah ada relationship dengan BCA dan waktu masih cukup
  3. Fallback manual: KlikBCA Bisnis batch upload — kalau API belum live, upload CSV untuk batch transfer

Research and documentation for disbursement system